Skip to main content
Tutorial

Cara Scheduly Otomatisasi Komisi Agen Travel

Per-agent rate, hold expire, dan multi-staff sync — tiga masalah komisi yang Excel tidak bisa pegang

Tim Scheduly·30 Apr 2026·6 menit

Bismillah. Setiap akhir bulan, satu pemandangan yang sama selalu terulang di kantor operator travel: spreadsheet komisi agen terbuka, 10 nama agen di kolom kiri, 300-an baris booking di kolom kanan, dan satu owner yang weekend-nya hilang karena harus hitung komisi manual. Tim Scheduly udah handle 5 perusahaan di Labuan Bajo selama 10 tahun, dan bulan paling melelahkan selalu yang pertama setelah masuk musim ramai.

Dan komisi agen sebenarnya bukan masalah hitungan. Masalahnya sistem yang nyimpennya ga bisa bantu usernya untuk kasih data otomatis.

Tiga Kondisi yang Bikin Komisi Berbasis Excel Itu Ribet

Excel/google sheet bagus untuk tracking sederhana. Tapi komisi agen punya tiga kondisi spesifik yang Excel tidak bisa selesaikan dengan rapi:

  • Rate tiap agen beda. Agen A flat 10% per booking. Agen B sistem berlapis — 10% untuk 5 booking pertama tiap bulan, 12.5% setelahnya. Agen C flat Rp800.000 per kabin, bukan persentase. Tiga formula beda di satu sheet sama = hampir pasti selalu error.

  • Booking-cancel status. Agen A book tamu untuk 15 Mei, komisi sudah masuk perhitungan. Tanggal 13 Mei tamu cancel. Apakah komisi tetap dibayar? Apakah harus dipotong? Tanpa kebijakan yang jelas di sistem, ini akan menimbulkan perdebatan di setiap akhir bulan.

  • Multi-staff kacau. Staff Reservasi tandain bookingan dari Agen A. Staff Finance hitung totalan di akhir bulan. Kalau Reservasi keliru nandain (Agen B padahal seharusnya Agen A), komisi otomatis nyasar. Tidak ada riwayat siapa-nandain-apa-dan-kapan, jadi siapa yang salah pun ga bisa ditelusuri.

Tiga kondisi ini selalu terakumulasi. Satu salah nandain × bookingan cancel × per-agent rate yang beda = perhitungan akhir bulan akan selalu bikin garuk kepala.

4 Langkah Atur Komisi Otomatis di Scheduly (Estimasi 20 Menit)

Berikut cara Scheduly nge-handle ketiga kondisi tadi dari sisi sistem. Dari pengalaman onboarding operator-operator di Labuan Bajo, setup-nya cukup 20 menit kalau data agen kamu memang sudah ada dan lengkap.

1. Set rate per agen (sekali jalan).

Buka Settings → Agents → Add Agent. Untuk tiap agen masukin nama, kontak, dan rate dasar (mis. 10% atau Rp800.000 per kabin). Pilih jenis rate: persen, flat per booking, atau flat per aset. Save. Rate yang kamu set di sini jadi rate dasar untuk semua bookingan baru dari agen tersebut.

2. Skema komisi berlapis (opsional).

Untuk agen yang punya skema komisi berlapis (>5 booking/bulan baru komisi naik), buka tab Tier di profile agen. Set threshold (5 bookingan) untuk tier 1 dan rate untuk tier berikutnya (12.5%). Sistem auto-detect begitu bookingan ke-6 masuk dalam bulan kalender yang sama.

3. Kebijakan Hold-expire.

Buka Settings → Commission Policy. Pilih kebijakan: confirmed-only (komisi cuma cair kalau booking sampai status confirmed), atau confirmed-with-grace (cancel sebelum tanggal-tertentu masih dapat komisi). Kebijakan ini yang bikin kondisi bookingan yang dicancel selesai sendiri tanpa perlu intervensi manual.

4. Multi-staff role.

Settings → Team → set role tiap staff. Reservasi = bisa nandain agen, ga bisa edit rate. Finance = bisa review + export, ga bisa edit tandaan retroaktif. Owner = akses penuh. Riwayat aktivitas otomatis tercatat per field-change.

Selesai. Cukup pengaturan sekali jalan. Bookingan baru langsung pakai rate komisi yang sudah dikunci.

Apa yang Berubah di Akhir Bulan

Sebelum pakai Scheduly: 1 spreadsheet, 1 weekend, 1 owner dan staff yang pusing.

Sesudah pakai Scheduly: buka dashboard → tab Commissions → filter bulan → export. Total per agen sudah terhitung otomatis sesuai rate masing-masing, hold-status sudah aman, riwayat aktivitas bisa ditelusuri kalau agen tanya "kenapa komisi bulan ini segini". Tiga jam yang biasa hilang weekend, sekarang cuma butuh 5 menit saja.

Kondisi Khusus

Beberapa skema yang sering muncul dan cara Scheduly menyelesaikannya:

  • Komisi flat per kabin (bukan persen). Pilih jenis rate "flat per asset" — sistem hitung jumlah kabin dalam booking, kalikan dengan rate komisi flat.
  • Komisi yang berubah tengah-bulan. Berlaku saat perubahan. Bookingan yang masuk sebelum perubahan tetap pakai rate lama. Bookingan baru pakai rate baru. Tidak ada perubahan retroaktif.
  • Komisi shared (2 agen terlibat di 1 bookingan). Set split-rate di booking detail (mis. 60-40). Sistem hitung dua entry komisi terpisah dari rate base.

Yang Tidak Berubah

Excel/google sheet kamu tetap bisa diakses kapan aja sebagai arsip. Migrasi ke Scheduly bukan menghapus kerja sebelumnya, melainkan ambil alih hitungan yang berulang dan serba manual. Excel bisa jadi cadangan, hidup tetap aman dan tentram.

Mau coba setup malam ini? Kalau di langkah 2 atau 3 kamu stuck — terutama kalau skema komisinya kompleks — reply utas ini atau email hello@scheduly.id. Tim Scheduly Insya Allah bakal bantuin proses onboardingnya. Langsung, gratis, sampai komisi pertama jalan otomatis.

Comments

Tinggal bilang, beres.

Coba Scheduly gratis — tidak perlu install apapun.

Coba Scheduly gratis →